Hasil latihanmu gitu-gitu saja? Ini yang perlu kamu lakukan. 

Kadang bukan hanya penampilan yang perlu di-makeover, latihan pun perlu di-makeover terutama bila latihanmu mencapai tahap plateau atau tahap tanpa kemajuan. Latihan yang seperti ini pada akhirnya akan menjadi tumpul dan stagnan. Nggak mau, kan, sudah capek-capek berlatih tapi hasilnya sia-sia? Yuk kenali 10 tanda berikut dan solusinya. 

1/ Sedang cedera
Kamu sudah mengatasi cedera dengan metode R.I.C.E, tapi tetap saja pergelangan kaki terasa sakit. Bisa jadi itu adalah cedera kronis yang terjadi akibat latihan berlebihan (overuse).
Solusi: Berkonsultasilah dengan pakar, seperti dokter spesialis kedokteran olahraga. Begitu cedera sudah tertangani hingga tuntas, fokus pada upaya pencegahan. Umumnya, disarankan untuk memasukkan latihan kekuatan dan fleksibilitas ke dalam menu latihan lari untuk mencegah terjadinya cedera. 

2/ Berat badan bertambah
Tanpa kita sadari, olahraga bisa meningkatkan selera makan. Karena itu, seberapa pun kerasnya kamu berolahraga, kenaikan berat badan tetap bisa terjadi kalau asupan kalori lebih besar daripada pembakaran kalori. Berikut beberapa tips nutrisi yang bisa kamu praktekkan.
Solusi: Mulai hari dengan sarapan tinggi serat yang mengandung lean protein, seperti sereal dengan susu. Dalam sehari, lebih baik makan lebih sering tapi dengan porsi sedang daripada makan tiga kali tapi porsi besar; usahakan ada kandungan lean protein dan serat tinggi dalam setiap porsinya. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat jangka waktu 30 menit setelah lari. Ingat, nutrisi yang diasup setelah latihan sama pentingnya dengan latihan itu sendiri. 

3/ Bosan
Menurut studi dari American College of Sports Medicine (ACSM), lebih dari setengah newbie berhenti latihan dalam waktu tiga hingga enam bulan sejak pertama memulai. Penyebabnya? Bisa jadi karena latihannya melelahkan atau tidak lagi menantang.
Solusi: Kay Porter, PhD, penulis buku The Mental Athlete, menyarankan untuk melakukan variasi, misalnya mengubah jadwal latihan, mengganti running buddy, mencoba rute lari baru, menetapkan target baru, atau melakukan cross training

4/ Nyeri sepanjang waktu
Otot perlu waktu pemulihan setelah latihan lari yang berat. Karena itulah, para atlet menggunakan sistem periodisasi latihan. Menurut Hendro Lung, atlet jalan cepat, satu periode latihan bagi atlet di Indonesia mencakup masa persiapan umum, persiapan khusus, pra kompetisi, kompetisi, dan transisi sebelum beralih ke periode berikutnya, dimana satu periode berlangsung enam bulan. Bila kamu terus menerus merasa nyeri, kemungkinan besar kamu kurang istirahat dan tidak memperiodiasasikan latihanmu.
Solusi: Setelah satu latihan berat, ikuti dengan melakukan latihan ringan. Melakukan variasi membantu mengurangi beban berlebih pada otot. Lebih baik lagi bila bisa berkonsultasi dengan pelatih untuk membuatkan program latihan yang terperiodisasi untukmu. 

5/ Terlalu Nyaman
Ibarat karir, berada di comfort zone membuat kamu berlatih tanpa perlu berpikir tapi tidak membawa kemajuan berarti. Tidak cukup hanya dengan muncul pada hari latihan. Kamu membuang waktu bila menginginkan hasil tapi tidak mau keluar dari comfort zone.
Solusi: Semua berawal dari pikiran. Kamulah yang pertama-tama mesti menginginkan terjadinya perubahan. Salah satu cara mudah adalah bergabung dengan grup yang melakukan latihan baru.