Foto: Dokumentasi Borobodur Marathon

Yang baru di tahun ini: adanya blue line dan pacer di semua kategori.

Bank Jateng Borobudur Marathon akan kembali diadakan. Start dan finish di Taman Lumbini, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, lomba lari ini akan diadakan hari Minggu, 18 November 2018. Apa saja yang akan menanti peserta dan yang baru dari Borobudur Marathon 2018? Ini obrolan RUNNERid dengan Andreas Kansil, race director-nya.

1/ Adanya blue line
Pernah mendengar ‘protes’ seperti ini usai finish maraton: “Kok di Garmin gue jaraknya 44 km?!” Perbincangan tentang jarak lomba lari yang tidak sama dengan jarak lari yang sesungguhnya dilarikan bisa membawa kepada diskusi panjang yang kadang tak berujung. Karena itulah, banyak maraton di luar negeri yang menggunakan blue line di rutenya. “Di Indonesia, Borobudur Marathon adalah yang pertama menggunakannya,” kata Andreas.

Blue line adalah garis di rute lomba yang menandai rute terpendek dan terefisien dari start hingga finish. Blue line kebanyakan dibuat untuk rute maraton. Penyimpangan jarak lari biasanya terjadi bila peserta berlari zig-zag atau berbelok pada haluan terjauh. Mengikuti blue line membantu peserta berlari sesuai jarak yang paling mendekati jarak maraton. Pada akhirnya ini bisa membantu tercapainya personal best.

2/ Rute tersertifikasi
Sejak tahun lalu, rute Borobobudur Marathon sudah tersertifikasi AIMS (Association of International Marathon and Distance Races) dan IAAF (International Association of Athletics Federations) –sertifikasi ini berlaku lima tahun. Untuk bisa mendapatkannya, panitia Borobudur Marathon mengikuti sejumlah prosedur, salah satunya mendatangkan pengukur jarak (course majeure) yang melakukan pengukuran menggunakan measuring wheel atau alat Jones Counter. Dengan adanya sertifikasi ini, kamu bisa tenang lari maraton karena jaraknya beneran maraton. Yang penting ikuti blue line ya.

3/ Pemandangan menakjubkan
Rute yang tersertifikasi juga berarti peserta akan berlari dalam rute yang sama dengan tahun lalu. Jadi, nikmati pemandangan menakjubkan Candi Borobudur, Candi Pawon , dan Candi Mendut sambil manjakan mata dengan kehijauan kawasan pedesaan dan hamparan sawah.

Apa yang baru? “Panitia bekerjasama dengan pemerintah daerah melakukan sosialiasi terus menerus dengan masyarakat setempat demi terciptanya suasana lomba yang kondusif,” kata Andreas. Hasilnya, perbaikan dan pelebaran jalan di sana-sini agar peserta bisa berlari dengan lebih aman dan nyaman.

4/ Pacer pada semua kategori
Pacer atau pemandu kecepatan adalah pelari yang bertugas memandu kecepatan peserta agar berlari sesuai target waktu tertentu. Bila pada 2017 belum ada pacer untuk kategori full marathon (FM), maka tahun ini ada pacer untuk semua kategori yaitu FM, half marathon, dan 10K. Raih personal best kamu dengan berlari mengikuti mereka.

5/ Perhatikan COT dan COP
COT adalah Cut Off Time yaitu waktu pancung pada keseluruhan jarak. Sedangkan COP adalah Cut Off Point yaitu waktu pancung pada sebagian jarak. Penerapan COT dan COP (yang pertama pada Borobudur Marathon 2018) ditujukan untuk keselamatan peserta dan kenyaman pengguna jalan yang lain. “Harapannya semua peserta akan mematuhi peraturan tersebut terlepas peserta tersebut cedera atau kurang latihan,” jelas Andreas.

COT maraton adalah 7 jam dengan COP 4 jam di km 21 dan 6 jam di km 35. Sedangkan COT HM adalah 4 jam dengan COP 3 jam di km 15.

6/ Ikuti friendship run
Inovasi lain yang dilakukan Borobudur Marathon 2018 adalah mengadakan friendship run. “Konsepnya adalah fun run, berjarak 3,7 km, diadakan H-1,” ujar Andreas. “Seperti namanya, tujuannya adalah untuk menggalang pertemanan dan keakraban di antara peserta dan bahkan hingga teman dan keluarga peserta karena acara ini terbuka untuk umum. Pendaftaran masih dibuka di www.borobudurmarathon.co.id."