Sepatu-sepatu dengan bantalan teringan ini tak punya batasan.

Hoka One One Cavu dan Mach hadir kembali dengan warna baru dan tetap dengan keunggulan khas Hoka. Midsole Cavu yang lebih rendah dilengkapi fitur bantalan cerdas PROFLY yang lebih halus di bagian tumit untuk meredam hentakan. Bersama Cavu, kamu serasa ingin terus berlari. Sedangkan Mach memiliki outsole R-BOUND yang menawarkan respon dan daya tahan tambahan. Dengan Mach, kamu mendapatkan bantalan maksimaldan respon dalam paket sepatu yang ringan.

Tak percaya? Ini pendapat pelari yang telah memakai Hoka Cavu dan Mach: 

 

Seandy Ariepridama, Pacer, Hoka One One Mach
Mach adalah sepatu Hoka One One ketiga saya, setelah Hupana dan Clayton 2. Setahu saya, Mach didesain untuk speed, tapi karena karakternya mirip Clayton, jadi tidak ada masalah dipakai untuk speed atau long run. Kelebihan lain, saya tidak perlu mengganti sol dalamnya, seperti yang saya lakukan untuk sepatu-sepatu terdahulu. Jadi Mach ini seperti penyempurnaan Clayton 2.

Sejauh ini, saya baru memakai Mach sejauh 150an kilometer (km). Dipakai easy run atau long run di treadmill, tidak ada masalah. Dipakai speed untuk pace 5, 6, atau 7, atau long run di aspal, tidak panas dan selalu enak saat menapak. Biasanya, kan, lari ngebut kerap membuat landing kaki menjadi tidak beraturan. Dengan Mach, bantingannya empuk dan kaki masih bisa terkontrol saat landing.

Mach juga cocok dipakai di pace yang lebih rendah. Di Titan Run, saya bertugas sebagai pacer untuk jarak 17,8 km dengan waktu finish 2:15. Itu artinya saya harus stabil berlari di pace 7:40 dan sepatu ini fine diajak lari lebih lambat. Saya happy memakai Mach. Rencananya akan saya pakai lagi saat bertugas sebagai pacer di Jakarta Marathon dan 2XU Compresison Run.   

Rugun Tobing, 3:55:24 Marathoner, Hoka One One Cavu 
Saya mencapai waktu finish tersebut saat memakai Cavu untuk Bandung Marathon 2018. Sebenarnya memakai Cavu untuk race maraton tersebut tidak ada dalam rencana awal. Hanya saja, mendekati hari-H saya baru menyadari bahwa saya belum menyiapkan sepatu race, padahal long run di atas 20 km tinggal sekali lagi. Setelah berdiskusi dengan pelatih, beliau menyarankan untuk memilih sepatu yang paling nyaman dari beberapa sepatu yang selama ini saya pakai untuk long run. Akhirnya saya putuskan untuk memakai Cavu. Jarak long run terjauh saya dengan Cavu adalah 34 km. Rasanya nyaman dan tidak ada masalah.

Benar saja. Saat dipakai berlomba, kaki saya aman. Padahal dalam race maraton saya sebelum-sebelumnya, ada saja masalah yang timbul, entah itu blister, kuku menghitam, atau kuku lepas. Mungkin ini karena toe box-nya yang cukup roomy; kebetulan ukuran telapak kaki saya termasuk normal. Bantalannya juga nyaman sehingga membuat telapak kaki tidak sakit dan tidak panas saat terkena aspal.

Asyiknya dengan Cavu, bantalannya tidak setebal umumnya sepatu untuk long run sehingga masih bisa ‘diajak’ menaikkan speed. Padahal kebanyakan sepatu untuk long run, kan, berbantalan lebih tebal sehingga agak berat dipakai lari kencang. Dengan Cavu, saat maraton saya merasa sangat nyaman seperti tidak terasa memakai sepatu.

Belanja koleksi Hoka One One Cavu dan Mach di sini.