Berlin Marathon 2018 akan bertaburan bintang. Salah satunya adalah Eliud Kipchoge yang berambisi memecahkan personal best-nya di 2:03:05. 

Berlin Marathon 2018 yang akan berlangsung 16 September mendatang akan menjadi race pembuka pada seri World Major Marathon (WMM) XII. Ada enam race dalam satu seri WMM setiap tahunnya yaitu Berlin, New York, Chicago, Tokyo, London, dan Boston Marathon. Tahun ini, Berlin Marathon dipenuhi banyak pelari elite dengan rekam jejak memukau. Bila cuaca kondusif, hampir bisa dipastikan ini akan menjadi balapan yang menarik yang memperebutkan hadiah uang US$ 250,000 untuk juaranya. Yuk kenali para pelari elite-nya. 

Eliud Kipchoge, Kenya
Tujuan Eli­ud di Berlin Marathon sangat jelas: memecahkan personal best­­­-nya di 2:03:05 yang ia bukukan di London Marathon 2016. Meski itu masih lebih lambat delapan detik dibandingkan rekor dunia maraton putra yang dipegang Dennis Kimeto di 2:02:57, namun Eliud adalah peraih medali emas maraton Olimpiade Rio 2016, tiga kali juara London Marathon, dua kali juara Berlin Marathon, dan satu kali juara Chicago Marathon. Banyak yang menyebutnya sebagai pelari maraton pria terhebat sepanjang masa. Tujuan Eliud yang sangat fokus menunjukkan bahwa ia siap secara fisik maupun mental. “Seluruh persiapan saya terkonsentrasi untuk Berlin Marathon. Saya yakin bisa memecahkan catatan waktu terbaik saya di rute cepat ini bila kondisinya bagus,” jelasnya seperti dikutip dari situs Berlin Marathon. Pada Berlin Marathon tahun lalu, Eliud finish dengan waktu 2:03:32 dalam kondisi hujan di awal lomba.

Wilson Kipsang, Kenya
Wilson akan menjadi saingan berat Eliud. Meski tahun lalu ia DNF (did not finish), Wilson pernah memegang rekor dunia maraton putra dengan waktu 2:03:23 yang ia raih di Berlin Marathon 2013. Uniknya, catatan waktu terbaiknya bukanlah rekor dunia yang ia bukukan, melainkan 2:03:13 yang diraihnya di Berlin Marathon 2016.

Zersenay Tadese, Eritrea
Zersenay terbilang baru di jarak maraton tapi rekam jejaknya di half marathon tak tersaingi. Ia adalah lima kali pemegang juara dunia half marathon dan pemegang rekor dunia half marathon putra dengan waktu 58:32 yang ia cetak di Lisbon 2010. Personal best maratonnya adalah 2:10:41 di London Marathon 2012. Antara 2010 dan 2017, ia menjajal tiga kali maraton. Salah satunya adalah Chicago Marathon di mana ia finish ke-8 dengan waktu 2:12:19.

Tirunesh Dibaba, Ethiopia
Dinobatkan sebagai pelari maraton putri terhebat sepanjang masa, Tirunesh adalah pemegang tiga medali emas pada Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012, serta lima kali juara dunia dari tahun 2003 hingga 2013. Catatan waktu terbaiknya adalah 2:17:56 yang dibukukan di London Marathon 2017. Tirunesh berambisi memecahkan personal best di Berlin. Bila cuaca kondusif, bukan tidak mungkin ia bisa menantang rekor dunia maraton putri 2:15:25 yang ditorehkan Paula Radcliffe tahun 2003.   

Gladys Cherono, Kenya
Bukan maraton dunia bila tidak ada perwakilan Kenya. Di nomor putri, Gladys adalah juara Berlin Marathon tahun lalu dan 2015. Catatan waktu terbaiknya adalah 2:19:25 di Berlin Marathon 2015. Sedangkan pada Berlin Marathon 2017, catatan waktunya adalah 2:20:23. Prestasinya tidak saja di nomor maraton. Dalam Kejuaraan Afrika tahun 2012, ia menjadi pelari wanita pertama yang memenangkan baik nomor 5.000 meter maupun 10.000 meter.

Edna Kiplagat, Kenya
Dibanding Tirunesh dan Gladys, Edna punya pengalaman paling banyak di WMM. Ia juara New York City Marathon 2010, finish ketiga di London Marathon 2011, finish kedua di London Marathon 2012 dan 2013, juara London Marathon 2014, finish ketiga Tokyo Marathon 2016, finish kedua Chicago Marathon 2016, dan juara Boston Marathon 2017. Berlin Marathon 2018 akan menjadi race Berlin Marathon pertamanya. Bila ia berhasil finish, ia akan menjadi pelari elite pertama yang berhasil menyelesaikan keenam WMM –pelari dengan pencapaian seperti itu disebut six star finisher.