Untuk mencegah kaki lecet dan agar lari makin nyaman. 

Banyak pelari yang meremehkan fungsi kaos kaki lari. Padahal kaos kaki lari yang buruk berpotensi membuat kaki lecet. Sebaliknya, kaos kaki yang baik membantu larimu menjadi lebih nyaman. Benda kecil ini tidak bisa dianggap sepele. (Simak kisah Dimas Seto, pemain sinetron, tentang kaos kaki yang dikenakannya saat race di sini.) Dikutip dari berbagai sumber, berikut yang perlu kamu tahu tentang kaos kaki lari: 

Bahan
Pertama-tama, hindari bahan katun. Katun akan menyerap keringat dan cenderung menyebabkan lecet saat kulit bergesekan dengan kaki (prinsip yang sama berlaku juga untuk baju lari). Carilah yang terbuat dari serat sintetis seperti nilon, poliester, akrilik, atau spandeks. Bahan-bahan ini mampu menguapkan kelembapan (wick away moisture), membuat kaki mudah bernapas (breathable), dan tahan lama (durable). 

Ada pula yang menyarankan bahan merino wool atau campurannya dengan bahan lain. Bahan merino wool lembut dan licin saat dikenakan. Secara alami, merino wool mampu mengenyahkan bau tak sedap. Jadi kaos kaki yang terbuat dari merino wool –murni atau campuran– punya fitur ini. Pertimbangkan juga cuaca saat hendak memakainya. Merino wool mungkin lebih cocok dipakai pada suhu dingin. 

Pilih mana antara serat sintetis atau wol? Jawabnya tergantung selera masing-masing. Apapun bahannya, pastikan kaos kaki larimu nyaman dan mampu menguapkan kelembaban. 

Bantalan
Bantalan pada kaos kaki lari –seperti halnya pada sepatu lari– difungsikan untuk memberikan perlindungan bagi kaki dari benturan akibat lari. Ada yang tipis, ada pula yang tebal. Yang super tipis bisa jadi bikin lecet sehingga kurang nyaman. Sedangkan yang super tebal berpotensi membuat sepatu menjadi ‘penuh’. Jalan tengah: Pilih kaos kaki lari dengan bantalan yang cukup –tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis– dan yang pasti membuatmu nyaman. 

Selain bantalan, pilih juga kaos kaki lari yang tidak memiliki jahitan di bagian depan. Ini membantu mengurangi lecet. Pastikan juga bagian tumit memeluk dengan pas dan tidak akan bergeser saat dipakai, serta kaos kaki terasa cukup ketat pada kaki bagian tengah dan tumit, namun longgar pada kaki bagian depan. 

Tinggi
Seberapa tinggi suatu kaos kaki lari menunjukkan seberapa banyak perlindungan yang dapat diberikan. Beda brand, bisa jadi beda penamaan. Secara umum, dikenal empat tipe tinggi kaos kaki: low/ no-show, quarter, crew, dan over the calf/ knee high.  (Kebanyakan kaos kaki memiliki foto produk saat dipakai. Ini memungkinkanmu mengetahui kira-kira setinggi apa kaos kaki tersebut saat dipakai.) 

Kaos kaki no-show tidak akan terlihat saat kamu mengenakan sepatu. Umumnya tipe ini punya ankle tabs (semacam pelindung di bagian tumit) untuk mencegah lecet. Kaos kaki yang lebih tinggi biasanya merupakan pilihan yang lebih baik saat berlari dalam kondisi dingin. Meski demikian, tinggi-rendahnya kaos kaki juga masalah selera. Banyak pelari yang kini senang mengenakan kaos kaki lari yang tingginya hampir selutut. 

Fitur tambahan
Selain tiga fitur utama di atas, ada beberapa fitur tambahan pada kaos kaki lari. Sifatnya opsional. Misalnya, kaos kaki lari yang khusus membedakan sisi kiri dan kanannya. Ini bisa memberikan tambahan rasa pas (fit) dan kenyamanan. Ada juga yang berwarna terang dan dilengkapi material reflektif untuk membuatmu mudah dilihat saat lari malam.