Foto dokumentasi Ruth Theresia

Tamatkan race ini dengan tips dari Ruth Theresia dan Rhenaldi Firdaus, penamat 2016. 

Tahura Trail Running Race akan berlangsung sebentar lagi. Lomba lari lintas alam yang sudah memasuki tahun ke-6 ini akan diadakan Sabtu-Minggu, 20-21 Januari 2018. Dari sejak penyelenggaraannya yang pertama, race ini telah mengalami banyak perkembangan. Bertempat di Plaza Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Dago Pakar, Bandung, kini  kategori yang ada mencakup full marathon (FM), half marathon (keduanya pada hari Sabtu), long course 17 km, short course 10 km, dan kelas family (ketiganya pada hari Minggu).  

Ruth Theresia, penamat FM Tahura Trail Running Race 2015 dan brand ambassador Hoka One One, menyebut rute Tahura tidak terlalu teknikal dan sebagian besar runnable sehingga cocok diikuti pelari lintas alam handal maupun newbie. Berikut beberapa tips, khususnya bagi yang akan mengikuti FM, dari Ruth dan Rhenaldi Firdaus, penamat FM Tahura Trail Running Race 2017 dan juga brand ambassador Hoka One One. 

1/ Kurangi intensitas latihan
Mendekati hari lomba, Aldi –panggilan akrab Rhenaldi Firdaus– menyarankan untuk mengurangi latihan daya tahan dan memperbanyak latihan kecepatan, senam serta peregangan setelah latihan. “Ini bermanfaat untuk melatih fleksibilitas otot dan menjaganya tetap relaks.” 

2/ Siapkan mandatory gear
Banyak lomba lari lintas alam mengeluarkan daftar mandatory gear untuk dibawa oleh peserta. Bila panitia Tahura Trail Running Race mengeluarkan daftar ini, persiapkan dan patuhilah. “Bila tidak, alangkah baiknya bila kita mempersiapkan sendiri mandatory gear tersebut,” saran Ruth. “Biasanya saya akan membawa running vest, peluit, wind breaker atau jas hujan, dan emergency blanket.” 

Senada dengan Ruth, Aldi juga akan membawa running vest dan jaket tipis sebagai antisipasi bila turun hujan. “Running vest berguna untuk menyimpan kebutuhan hidrasi dan nutrisi, serta ponsel.” 

3/ Bawa kebutuhan hidrasi dan nutrisi
Dengan jarak water station yang berjauhan dan tidak menentu, Ruth menyarankan peserta untuk membawa sendiri kebutuhan nutrisi dan hidrasinya. “Biasanya saya akan membawa botol air minum atau soft flask minimal satu liter, energy gel, dan energy bar

Selain energy gel dan energy bar , Aldi juga membawa salt stick untuk mencegah kram saat berlari. “Sesuaikan jumlahnya dengan jarak dan waktu tempuh lari. Saya mengonsumsi energy gel setiap 20 menit dan bisa menambah kalau sudah lemas. Untuk salt stick, saya makan per satu jam.” 

4/ Berlari dengan pace masing-masing
“Banyak peserta race yang terpancing dengan pace orang lain saat start. Akibatnya stamina terkuras di awal dan berujung pada kelelahan di pertengahan race,” ujar Aldi. “Karena itu, hindari terpancing, berlarilah dengan konstan, dan bila memungkinkan baru tingkatkan pace begitu sebagian jarak telah terlalui.” Ruth menambahkan, “Lari dengan pace yang nyaman juga bermanfaat agar terhindar dari cedera.”

5/ Percaya pada latihan
Gugup saat lomba sudah pasti dialami setiap orang. Adrenalin akan terpacu saat lomba. “Tapi jangan takut jika kamu sudah melakukan program latihan yang sesuai. Percayalah pada program latihan yang telah dilakukan dan yakinlah akan sampai di garis finish,” kata Ruth. 

6/ Jangan menyampah
“Ini penting sekali!” tegas Ruth. Kebersihan Taman Hutan Raya Djuanda bukan hanya tanggung jawab pengelola melainkan juga seluruh peserta race. 

Nantikan tips selanjutnya, segera.